Monday, May 24, 2010

Kisah Cinta Sejati Sang Presiden







salutnya saya kepada Pak Habibie,Hebat !...itulah yang bisa terucap...Dia begitu hebat untuk memimpin negeri ini, begitu pintar dalam teknologi dan ilmu pengetahuan, tapi hebat juga dalam keluarganya...sosok yang sedikitnya bisa dijadikan contoh..baik menjadi seorang lelaki yang jantan, juga seorang suami dan bpak bagi keluarganya....TOp...


cintanya begitu besar kepada sang istri hingga akhir hayatnya.....Baik itu dalam suka dan dukanya...dalam senang dan susahnya, dalam sehat dan sakitnya.....

"Mereka berdua saling tergantung satu sama lain, cintanya besar sekali." ujar Yunus Efendu Habibie | Duta Besar RI untuk belanda yang kebetulan kerabat pak Habibie...


'Saya dilahirkan untuk Ainun dan Ainun dilahirkan untuk saya,'kata Pak Yunus menirukan apa yang di ucapkan pak habibie...

Mantan Wapress pak Yusuf Kalla mengucapkan rasa kagumnya ...
"Itu suatu dambaan kehidupan harmonis. Kehidupan harmonisnya dijaga dengan baik. Ini contoh yang baik. Itu yang berkesan," katanya.

"Mereka tidak pernah berpisah, di mana ada Bapak di situ ada Ibu. Sekarang setelah ibu tidak ada, saya khawatir dengan Bapak," ungkap promotor musik terkemuka, Adrie Soebono, yang ditemui di rumah duka ...

"Bu Ainun ini cantik sekali waktu mudanya. Tahun 1962, dia pacaran dengan Pak Habibie di rumah orangtua saya," tambah dia.

Kesetiaan pasangan ini juga tecermin dari keputusan BJ Habibie untuk tinggal di Jerman tak lama setelah lengser dari kursi kepresidenan. Alasannya cuma satu: demi kesehatan Ainun. "Ibu sakit. Udara di Jerman lebih baik untuk kesehatan Ibu," ungkap Habibie dalam sebuah kesempatan menjelaskan alasannya tinggal di Jerman.

Kenangan terhadap kelekatan hubungan keduanya juga diungkapkan juru bicara keluarga Habibie, Ahmad Watik Pratiknyo. "Pak Habibie dan Ibu Ainun memang sangat dekat. Sejak dirawat pada 24 Maret sampai sekarang ini Pak Habibie tak pernah keluar dari rumah sakit. (Ia) tetap mendampingi ibu," kata Watik di rumah duka, Minggu.

Jenazah Ainun Habibie akan diberangkatkan dari Munich, Jerman, pada Senin (24/5/2010) tengah malam waktu setempat. Jenazah beserta rombongan akan tiba di Tanah Air pada Selasa (25/5/2010) pagi. Menurut Watik, Habibie mengatakan akan tetap mendampingi istrinya sampai prosesi pemakaman di TMP Kalibata.

"Mulai dari perjalanan dari rumah sakit di Munich nanti Bapak akan berada di mobil yang sama dengan ibu. Demikian juga nanti di airport dan di dalam pesawat hingga ke pemakaman," kata Watik.

Ia menuturkan, pemerintah sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk persiapan pemakaman Ainun. Kabarnya, menurut Watik, di TMP Kalibata sudah disiapkan dua posisi makam. Di samping makam Ainun sudah dipesan satu makam kosong. "Karena Bapak (BJ Habibie) memang inginnya selalu di samping Ibu sampai akhir hayat," kata dia.

No comments:

Post a Comment